Deretan patung "Sembah" karya Purjito di halaman Kampus ISI Yogyakarta
Deretan patung "Sembah" karya Purjito di halaman Kampus ISI Yogyakarta (dok. pribadi)

Sedari Juni 2025 lalu, ratusan patung beragam wujud menghiasi sudut-sudut area outdoor Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta. 

Dari sekian banyak patung, yang paling menyita perhatian para pengunjung ialah 99 patung perempuan berwarna putih karya pematung Purjito. Berjudul "Sembah", karya tersebut terbagi dalam tiga sikap yang masing-masing berjumlah 33 patung dan memiliki makna tersendiri pada tiap sikap. Seingatku, patung-patung tersebut pernah dipamerkan juga di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) bertahun-tahun lalu.

Salah satu patung dengan sikap "Sembah" karya Purjito di Kampus ISI Yogyakarta
Patung dengan salah satu sikap "Sembah" karya Purjito (dok. pribadi)

Selain deretan patung putih misterius, bisa dijumpai pula patung-patung lainnya karya para seniman dari 13 negara. Ada yang bergaya klasik, abstrak, hingga yang kontemporer mengambil karakter-karakter dalam film--misalnya dari Avatar dan Marvel Cinematic Universe. Beberapa patung bergaya klasik menjadi favoritku, bentuknya seperti patung-patung di Eropa. Ketika kubaca informasi pada bagian bawah, rupanya sang pematung memang berasal dari Italia. 

Sebuah patung dari karakter dalam film Avatar
Sebuah patung dari karakter dalam film Avatar (dok. pribadi)
Patung berjudul "Para Dewi" karya pematung Italia yang tak diketahui namanya
Patung berjudul "Para Dewi" karya pematung Italia yang tak diketahui namanya (dok. pribadi)

Keberadaan patung-patung tersebut dalam rangka Yogyakarta International Creative Arts Festival (YICAF) 2025, sebuah agenda rutin yang dihelat FSRD. Penyelenggaran tahun ini merupakan kali ketiga, mengambil tema "Art Platform as International Art Connectivity". Tema itu dipilih sekaligus sebagai upaya FSRD dalam mendukung serta mewujudkan tujuan ISI Yogyakarta mencapai world class university yang terus terkoneksi dengan dunia luar.

Sebagai gambaran, di bawah ini kusertakan video pendek dari sebagian patung yang dipamerkan. Saat datang ke sana, kebetulan banget para mahasiswa sedang libur semester, sehingga bisa dapat suasana syahdu yang magis.

Festival atau pameran masih berlangsung hingga 31 Agustus 2025. Tak hanya di area halaman, pengunjung juga bisa menikmati karya-karya yang dipamerkan di dalam ruangan. Dan, bukan karya patung saja yang dipamerkan, tetapi ada karya-karya meliputi seni lukis, grafis, gambar, DKV, desain interior, fotografi, animasi, serta kriya.


***


Shalluvia. 2010-2025 Copyright. All rights reserved. Designed by Mesha Christina.