Omon-Omon tentang Pendemo
![]() |
| suasana demo di jogja, syukurlah berlangsung damai (dok. wikipedia) |
Terlepas dari adanya provokasi atau penyusup di dalam demo yang berakibat rusaknya beberapa fasilitas umum, faktanya kelakuan masyarakat memang banyak yang barbar. Lagipula, penyusup tak bakalan ada kalau aksi massa tak terjadi.
Intinya, para pendemo tetap ada kelirunya menunurutku, apalagi penyusup yang memanfaatkan momen tersebut. Menyampaikan aspirasi boleh saja, tapi sudahlah tak perlu turun ke jalanan yang mengundang orang-orang tak bertanggung jawab dengan menunggangi aksi tersebut. Masyarakat Indonesia ini mudah diprovokasi, ditambah lagi sedang dalam keadaan penuh amarah.
Iya, aku tahu sejarah mengatakan banyak perubahan berawal dari aksi massa atau demo di jalanan, tetapi kalau di masa kini ada imbas lain yang merugikan kepentingan banyak orang, gimana tuh? Rasanya sedih dan sangat kecewa saat tahu banyak fasilitas umum seperti halte, museum, dan sebagainya, juga kantor-kantor yang mengalami kerusakan karena dibakar atau sengaja dirusak, bahkan menimbulkan korban jiwa.
Memangnya dengan berbuat seperti itu lantas bisa menyelesaikan masalah yang dituntut? Yang ada malah menimbulkan masalah baru. Alih-alih tak punya kepedulian atau rasa nasionalisme, aku hanya benci kekerasan, aku benci keributan!
Kalau ditanya? Apa aku tak marah "diperlakukan" tidak adil oleh keadaan saat ini, yang dikuasai oleh orang-orang (katakanlah) jahat? Hahaha, aku hanya bisa tertawa getir. Selama hidup, aku sudah mendapatkan begitu banyak ketidakadilan (versiku). Seolah sudah kebal, atau mati rasa--entah, aku jadi seperti tak peduli.
Meski begitu, kalian para pendemo, saling jagalah dan berhati-hatilah. Barangkali di depan sana kian banyak hal yang perlu disuarakan serta hak-hak yang harus dituntut.
***
.jpg)
