Bagi yang gampang baper dan mudah menaruh harapan pada seseorang tapi berujung kecewa atau patah hati, sepertinya kamu harus menjadi suporter sepak bola. Terserah mau mendukung klub atau tim mana pun. Sebagai suporter sejati, secara tidak langsung akan belajar bagaimana mengelola emosi.

Dalam dunia sepak bola, tidak ada yang namanya menang selamanya. Bahkan, klub atau tim besar pun pada masanya pernah mengalami kejatuhan bin terjungkal yang bikin pendukungnya patah hati. Ajaibnya, seorang pendukung akan tetap setia. Coba saja tanyakan pada mereka yang klubnya sedang terseok-seok di liga, maukah diminta mengganti klub bola yang didukung? Semua jawabannya akan sama, "Tidak, terima kasih!"

Menaruh hati pada sebuah atau beberapa klub bola bagi seorang suporter adalah pilihan untuk selamanya, harga mati. Sampai ada yang mengibaratkan, seseorang boleh berganti suami/istri, agama, atau pandangan politik, tetapi tidak untuk klub sepak bola favoritnya.

Suporter klub FC Barcelona memberi dukungan langsung ke stadion.
bahkan klub yang hebat pun pernah membuat patah hati para suporternya (dok. IG fcbarcelona)

Kembali ke perkara patah hati. Lantas, apakah jika kita mengalami patah hati atau kecewa pada seseorang, haruskah setia juga pada orang tersebut? No! Poinku bukan di situ, tetapi tentang pelajaran patah hati.

Kalau kamu sering mengalami patah hati karena klub yang didukung mengalami kekalahan atau kegagalan, lambat-laun hatimu akan terlatih patah hati, dan tak lagi rapuh, dikit-dikit kecewa. Kamu akan mudah legowo menerima kenyataan yang tak sesuai harapanmu. Tak semua yang kamu inginkan harus didapatkan atau menjadi nyata.

Buat kamu, Adek-Adek, yang mungkin nyasar ke tulisan ini. Plis, kalau kamu sedang merasa dekat dengan seseorang (lawan jenis), terutama untuk ciwi-ciwi, jangan menaruh harapan lebih pada orang tersebut. Sering diajak ngobrol bukan berarti si dia memiliki perasaan padamu. Dia baik sama kamu, belum tentu menyukaimu. Kalau perkara baik, bakteri yakult juga baik. Kecuali, kamu sudah melihat effort yang dia lakukan demi kamu dan memiliki benefit juga buatmu. 

Misal sekadar ngobrol, kemungkinan besar dia hanya ingin berteman. Tanggapi hal tersebut secara biasa saja. Ingat, jangan mudah baper. Baru diajak ngobrol beberapa hari, langsung mengira si dia suka atau tertarik sama kamu, langsung memikirkan besok (nikahan) mau pakai adat apa. Duh, jangan ya, Dek, ya!

Sekali lagi, biasa saja. Nanti kalau masanya kamu mengetahui dia ngobrol atau jalan dengan ciwi lain, kamu nggak akan patah hati, apalagi sudah terlatih karena menjadi suporter sepak bola.

salam dari suporter klub AS Roma, Arsenal, dan FC Barcelona (dok. pribadi)

Maafkan, bagi yang merasa korelasi di atas cuma dipaksakan. Namanya juga racauan dari seorang suporter sepak bola yang sudah terlatih patah hati dalam banyak hal, bukan hanya masalah baper. 😆🙏🏼


***


Shalluvia. 2010-2026 Copyright. All rights reserved. Designed by Mesha Christina.