Selain identik dengan Malioboro, bisa dibilang Jogja juga sangat lekat pada angkringan. Saking banyaknya angkringan di Jogja, sekitar 11 tahun lalu penyair Joko Pinurbo yang bermukim di kota tersebut pernah mengatakan lewat Twitter-nya, "Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan."
Di setiap sudut Jogja hampir selalu ada angkringan. Tempat makan ini biasanya memang hanya sebuah gerobak, tetapi jangan keliru, menunya bermacam-macam, dan seringkali bikin kalap. Tak hanya warga lokal yang gemar menyambangi angkringan, para wisatawan pun kini banyak yang menyempatkan untuk makan di angkringan saat berkunjung ke Jogja.
Promo Ngangkring Di' Lounge, Cara Beda Menikmati Menu Angkringan
Kalau biasanya jajanan angkringan dinikmati di pinggir jalan, pada Agustus 2023 ini kamu bisa merasakan sensasi yang berbeda, yaitu menikmati menu angkringan di hotel berbintang.
Enggak, dong. Selama bulan ini, bersamaan dengan momen peringatan Kemerdekaan Indonesia, Grand Diamond Hotel Yogyakarta menghadirkan program promo menarik dan unik. Bertajuk NGANGKRING DI' LOUNGE, promo tersebut menawarkan konsep angkringan, tempat di mana semua kalangan bisa menikmatinya.
Menghadirkan tema yang Jogja banget, hotel bintang empat yang memiliki tagline "Hospitality with Heart" ini ingin mengajak para tamu untuk bernostalgia serta menikmati berbagai menu khas angkringan dalam nuansa yang berbeda. Tentu saja pengalaman itu akan membawa penikmatnya pada nuansa sederhananya menyantap menu tradisional, namun tak akan terlupakan.
Bermacam Jenis Makanan dan Wedang Khas Angkringan Tersedia
Beberapa menu yang disediakan, di antaranya adalah lumpia ayam semarangan, tahu isi jakarta, tahu walik, stik tahu krispi, bakso bakar, pisang goreng dan pisang bakar, ote-ote sidoarjo, bakwan jagung cirebon, bakwan udang, mendoan banyumas, serta masih banyak lagi menu lainnya.
Bermacam jajanan khas angkringan (dok. pribadi)
Wedangnya lengkap (dok. pribadi)
Tak kalah bermacam, wedangnya pun banyak pilihannya. Ada teh tubruk, kopi tubruk, wedang jahe, wedang secang, wedang uwuh, STMJ (susu-telur-madu-jahe, susu-jahe, dan sebagainya.
Harga dan Cara Menikmati Ngangkring Di' Lounge
Jangan khawatir soal harga. Sebagaimana angkringan yang merakyat, harga yang ditawarkan oleh hotel pemilik panoramic elevator ini juga sangat terjangkau. Apaiya makan di hotel berbintang bisa murah-meriah? Beneran, harga yang ditawarkan mulai Rp3.500 untuk makanan, sedangkan minumannya mulai Rp7.000 saja.
Hanya berlaku di Agustus 2023 (dok. pribadi)
Kalau mau hitung-hitungan ala Paman Gober, cukup dengan Rp20.000 sudah bisa menikmati serunya ngangkring di hotel berbintang sekaligus merasakan fancy serta cozy-nya suasana hotel. Sungguh cocok untuk yang hobi bernarsis-ria. Pengunjung pun bebas berlama-lama duduk dan memanfaatkan free Wi-Fi yang disediakan.
Antusiasme para tamu (dok. pribadi)
Tak hanya promo Ngangkring Di’ Lounge, Grand Diamond Hotel juga menghadirkan promo istimewa, yaitu Ayam Bakar Lebanon dengan harga Rp89.000, dan untuk minumannya ada Indonesian Milky Strawberry yang dibanderol seharga Rp27.000. Masing-masing harga yang tercantum untuk setiap porsi, ya.
Ayam Bakar Lebanon yang penampakannya menggiurkan (dok. pribadi)
Pengalaman Ngangkring Di' Lounge bisa didapatkan dengan langsung datang ke D'Lounge, lantai 1 Grand Diamond Hotel Yogyakarta setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu, dari jam 16.00 hingga 21.00 WIB. Atau, kalau kamu tim gercep yang penginnya sat-set biar tak kehabisan tempat duduk dan memilih untuk reservasi sebelum datang, silakan menghubungi nomor telepon 0274-485005 maupun lewat WhatsApp di 0813-9320-2299.
Penutup
Keseruan ngangkring di dalam hotel berbintang tersebut tak hanya boleh dinikmati para tamu yang sedang menginap, lho. Siapa pun boleh datang untuk merasakannya. Bisa bareng teman, keluarga, atau rekan kerja. Makin banyak yang diajak ngangkring, kian seru obrolannya.
Namun, jika lebih nyaman menikmatinya sendiri sebagai tempat healing atau metime, untuk mengistirahatkan hati serta pikiran, tak masalah juga. Lagi-lagi kata Joko Pinurbo dalam buku kumpulan puisinya yang diterbitkan 2021 lalu, "Angkringan adalah nama sebuah sunyi, tempat kau melerai hati."
Kemudahan menjadi content creator membuat siapa pun kini memiliki rasa percaya diri untuk menampilkan kreasi atau karya digitalnya di ruang siber. Tak peduli siapa dia, apakah ibu rumah tangga, karyawan, pedagang, pelajar atau mahasiswa, akademisi atau praktisi, hingga selebriti, bisa menuangkan ide atau ilmunya ke dalam sebuah karya untuk dinikmati orang lain.
Bahkan, bisa juga sekaligus untuk mempromosikan produk atau mendapat tawaran kerja sama, yang ujung-ujungnya akan menghasilkan keuntungan. Cukup bermodal smartphone serta internet provider yang stabil serta lancar.
TikTok, Platform Online Pilihan Berjuta Kreator
Untuk membagikan karyanya, seorang content creator butuh platform online sebagai wadah. TikTok merupakan salah satunya, yang kini sedang sangat digemari oleh para pembuat konten di seluruh dunia. Tipikalnya "ramah" untuk semua kalangan, sehingga orang lebih memilihnya untuk mengunggah konten yang dimiliki.
Di TikTok, semua penggunanya memiliki peluang menjadi viral, termasuk bagi yang belum memiliki banyak followers. Video yang diunggah juga tidak harus memiliki kualitas gambar yang bagus, atau teknik pengeditan yang mumpuni. Kunci secara umum, jika kontenmu ingin dinaikkan oleh TikTok ke dalam FYP (For Your Page), buatlah video yang tidak bertele-tele, namun tetap memiliki nilai informatif atau menghibur. Intinya, harus relate untuk banyak orang.
Tema Kuliner Sangat Berpeluang Menjadi FYP di TikTok
Video tentang makanan atau kuliner menjadi tema yang banyak dipilih oleh para content creator. Jenisnya bisa bermacam-macam, mulai yang sederhana sembari jajan hingga yang benar-benar digarap serius dengan melibatkan beberapa pihak. Berdasarkan pengalaman pribadi, berikut contoh ide konten sederhana yang berkaitan dengan makan, kemungkinan besar bisa menjadi FYP TikTok.
1. Video Unboxing Jajanan
Proses membuka kemasan memang selalu menarik dan memiliki penonton tersendiri. Misalnya saja, unboxingsnack buatan pabrik hingga jajanan pasar yang dikemas secara tradisional, sangat disukai oleh pengguna usia anak-anak hingga dewasa.
2. Video Penjual Menyiapkan atau Membungkus Pesanan
Banyak orang yang betah melihat video semacam ini, karena ada rasa penasaran dan senang.
mengambil konten sebuah jajanan viral (dok. pribadi)
Terkadang, juga menimbulkan perasaan ingin ikut membeli. Jadilah, selain videonya ramai, penjual pun diuntungkan karena mendapat promosi gratis.
3. Video Makan atau Mukbang
Bagi kreator yang tak canggung di depan kamera, video sedang makan menjadi pilihan yang "mudah" untuk dilakukan. Penonton pun merasa seolah ikut menikmati, apalagi kalau si kreator ekspresif serta informatif memberikan review makanan yang sedang disantap.
aktivitas makan pun bisa dikontenin (dok. pribadi)
Selain nomor tiga, dua ide di atas cocok untuk para kreator yang kurang begitu suka tampil di depan kamera, karena kontennya memang tidak harus menampakkan wajah. Sedangkan untuk suara, mau diisi dengan voice over atau lagu tak masalah. Jika memilih menggunakan lagu, maka bisa menambahkan teks pada video seandainya memang diperlukan sebagai keterangan.
TikTok Bisa Hasilkan Cuan Bila Memang Niat Menjalankannya
Tak sekadar bisa membuat video untuk berburu FYP, kreator TikTok yang telah memiliki minimal 1.000 followers juga bisa melakukan siaran live ketika melakukan tiga jenis kegiatan tadi ataupun aktivitas lainnya.
Apa keuntungannya? Tentu saja kalau banyak yang menonton dan tertarik dengan siaran kita, otomatis mereka akan follow. Kemudian, para penonton juga akan memberikan like dan gift yang bisa ditukarkan uang.
Setelah memiliki followers 2.000, kita pun bisa lebih memanfaatkan TikTok untuk menghasilkan rupiah. Yaitu dengan mendaftarkan diri sebagai afiliator. Dengan begitu, kita bisa memasang "keranjang kuning" dari setiap konten yang dibuat.
Kalau ada pengguna yang berbelanja lewat link yang dipasang tersebut, maka kita akan mendapatkan komisi. Nominalnya beragam, setiap toko memiliki kebijakan masing-masing, tetapi biasanya berkisar 2% hingga 5%, bahkan sampai 20% dari harga produk.
(dok. tipspintar.com)
Sebagai informasi tambahan, jumlah followers tidak berpengaruh kalau tergabung dalam TikTok Shop dan memiliki produk sendiri untuk dijual. Kita bisa melakukan siaran live atau memasang "keranjang kuning" meskipun followers belum mencapai minimal yang ditentukan oleh pihak TikTok.
Penutup
Gimana? Apakah kamu sudah menjadi kreator TikTok juga? Atau, penikmat konten-kontennya saja sebagai hiburan. Hmm, jangan-jangan malah yang masih memandang sebelah mata dan berpikiran TikTok itu alay, isinya cuma orang joget-joget. Waduh, kamu keliru besar! Hahahaha...
Padahal, dengan makin banyaknya berbagai pilihan provider yang menyediakan sinyal kencang dan jangkauan luas ke berbagai penjuru di tanah air, kreator yang berada di daerah-daerah pun kini bisa berkonten ria dengan lancar. Tak heran kalau di TikTok banyak bermunculan kreator viral karena sering FYP, yang berasal dari wilayah yang mungkin sebelumnya belum pernah kita ketahui keberadaannya. Hal ini tentu saja kemudian mampu meningkatkan perekonomian mereka.
Bagi yang tak sengaja mampir dan membaca tulisan ini, kalau punya akun TikTok, boleh lho saling follow denganku di sini.
***
**Tulisan ini pernah tayang juga di akun Kompasiana (pinjam milik adik) dengan berbagai perubahan yang disesuaikan.
Gunungan Estri berhenti sejenak di Sitihinggil (dok. pribadi)
Meski sering menyaksikan Upacara Garebeg yang diadakan tiga kali dalam setahun oleh Keraton Yogyakarta, rasanya tak pernah bosan. Setiap menonton selalu ada kisah tersendiri. Begitu pun sewaktu Garebeg Sawal Ehe 1956 (Syawal 1444 Hijriah) lalu. Setelah tiga tahun pembagian gunungan dilakukan terbatas di dalam keraton saja, akhirnya gunungan sebanyak tujuh buah kembali diarak dengan diiringi 10 bregada Keraton Yogyakarta serta dua bregada Kadipaten Pakualaman, kemudian diperebutkan masyarakat.
Tujuh buah gunungan tersebut, di antaranya adalah tiga Gunungan Kakung yang masing-masing dibawa ke Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta, Kompleks Kepatihan atau Kantor Gubernur DIY, serta Pura Pakualaman. Sedangkan empat gunungan lainnya ialah Gunungan Estri, Gunungan Dharat, Gunungan Pawuhan, dan Gunungan Gepak. Keempatnya dibawa ke Masjid Gedhe. Sebelum diperebutkan masyarakat, gunungan-gunungan didoakan terlebih dahulu oleh abdi dalem pengulon yang bertugas mengurusi hal-hal keagamaan di luar tembok keraton.
Tiga Gunungan Kakung dan Gunungan Estri di Bangsal Pancaniti (dok. pribadi)
Dalam tulisan ini, aku tak akan membagikan cerita tentang apa itu garebeg, apa itu gunungan dan bagaimana suasana saat dirayah masyarakat. Selain tak ikut menyaksikan hingga Masjid Gedhe, sudah banyak juga artikel atau berita yang menuliskannya. Aku sekadar ingin bercerita mengenai sisi lain dari Garebeg Sawal yang dihelat pada 1 Syawal 1444 Hijriah bertepatan dengan 22 April 2023 kemarin.
Rute Baru Iring-Iringan Bregada Prajurit
Berbagai dinamika selama pandemi mengubah beberapa hal terkait pelaksanaan Upacara Garebeg. Salah satunya, dulu markas prajurit berada di Pratjimasana (barat Pagelaran Keraton), kini seiring dengan direhabilitasinya Kompleks Kamandungan Kidul, Tepas Keprajuritan dipindah di lokasi tersebut.
Para prajurit di Kamandungan Kidul, sebelum memulai bertugas (dok. IG @kratonjogja)
Dengan perubahan itu, rute iring-iringan prajurit pun ikut berubah. Berawal dari Kamandungan Kidul, Kamagangan, Kompleks Kedaton (tidak untuk umum), Kamandungan Utara atau Keben, Sitihinggil, hingga Pagelaran Keraton.
Kala Alun-Alun Utara belum berpagar, delapan bregada akan berbaris membentuk pagar betis di sana hingga gunungan keluar, dan hanya Bregada Surakarsa serta Bregada Bugis yang mengantar gunungan sampai lokasi perayahan. Pada garebeg kemarin, semua bregada turut hingga depan Masjid Gedhe, kecuali Bregada Bugis yang mengawal gunungan ke Kepatihan. Tembakan salvo yang menandai tibanya gunungan pun dilakukan dari depan gerbang masjid.
Rute baru antara Kamandungan Kidul dengan Kamagangan (dok. IG @kratonjogja)
Biasanya, begitu gunungan diangkat dari Bangsal Pancaniti melewati Sitihinggil dan Pagelaran, orang-orang lantas berlarian ke Masjid Gedhe untuk siap-siap berebut gunungan yang dibawa ke sana. Namun, aku justru menuju Pratjimasana, menanti pulangnya prajurit selepas bertugas mengawal gunungan. Karena Tepas Keprajuritan pindah ke Kamandungan Kidul, kali ini para prajurit pun kembalinya ke pelataran tersebut, yang sangat dekat dari rumah. Senang sekali, aku pulangnya tinggal mengedipkan mata.
Ketimbang Merayah Gunungan, Aku Lebih Antusias pada Bregada Prajurit
Tiap kali menonton garebeg, tujuan utamaku adalah menikmati iring-iringan prajurit beserta irama gendhing yang dimainkan oleh masing-masing bregada. Dhaeng, Bugis, dan Ketanggung merupakan tiga bregada favoritku.
Mereka memiliki korps musik dengan instrumen lengkap. Adanya bende serta kecer membuat irama musik yang dimainkan jadi terasa berbeda dengan bregada lainnya. Sangat ikonik dan lebih asyik didengarkan.
Tambur, ketipung, dan bende milik Bregada Bugis (dok. pribadi)
Bahkan, pada Dhaeng serta Bugis ada ketipung dan pui-pui (terompet tradisional Sulawesi Selatan). Kok ada alat musik tradisional Sulawesi Selatan segala? Sesuai namanya, konon Prajurit Bugis berasal dari suku Bugis, sedangkan Prajurit Dhaeng berasal dari Makassar. Cukup masuk akal, mengapa kemudian ada pui-pui dalam dua bregada tersebut, walaupun bentuknya sudah dimodifikasi.
Seorang prajurit Dhaeng meniup pui-pui (dok. IG @kratonjogja)
Ketika para prajurit kembali ke markas dengan melewati Regol Gadhung Mlati, aku berhasil merekam Bregada Dhaeng dan Bregada Ketanggung. Bregada Bugis karena bertugas mengawal gunungan hingga Kepatihan, maka kembalinya menggunakan bus.
Aku juga sempat merekam Bregada Nyutra serta Bregada Wirabraja. Keduanya menjadi favoritku pada masa kecil. Pakaian mereka yang gonjreng mudah menyita perhatian, terutama anak kecil. Begitulah, aku dulu sangat menyukai Bregada Nyutra, karena selain berwarna-warni, bentuk pakaiannya juga unik, jauh berbeda dengan sembilan bregada lainnya. Apalagi alas kaki yang dikenakan bukan sepatu, melainkan sandal yang mirip terompah.
Perubahan Menarik dalam Bregada Nyutra
Ndilalah, pada garebeg pertama seusai pandemi itu, ada perubahan menarik dalam Bregada Nyutra, yang sepertinya bakal membuatku mengidolakannya lagi. Pasukan pembawa towok (lembing) serta tameng dalam bregada ini, sekarang diisi oleh para abdi dalem mataya (penari) di bawah KHP Kridhamardawa, divisi yang mengurusi seni dan pertunjukan di keraton. Khusus pasukan ini, juga mengalami perubahan dalam hal pakaian. Kalau dulunya mengenakan atasan berlengan panjang seperti prajurit Nyutra lainnya, kini menjadi tanpa lengan.
Para penari dalam Bregada Nyutra (dok. IG @kratonjogja)
Saat melewati Sitihinggil hingga Pagelaran, pasukan penari berjalan sembari melakukan tayungan. Bagi yang belum mengetahui, penjelasan simpelnya, tayungan merupakan gerakan dasar dalam tarian klasik putra gaya Yogyakarta, berupa melebarkan langkah kaki ke samping serta posisi tubuh mendhak (merendah) ketika berjalan, untuk memunculkan persona gagah dan berwibawa. Lebih jelas bagaimana gerakannya, bisa dilihat di bawah ini.
Mengapa Prajurit Nyutra harus bisa menari? Hal ini sesuai dengan asal-usul mereka, dahulu merupakan prajurit yang paling dekat dengan Raja. Bertujuan mengelabui musuh, seolah-olah Raja dikelilingi para prajurit yang "hanya" bisa menari, padahal sesungguhnya dikawal kesatuan prajurit yang trengginas dan selalu siaga jika Raja terancam bahaya.
Mengutip dari situs resmi Keraton Yogyakarta, nama Nyutra berasal dari kata dasar sutra yang mendapat awalan "n", dalam bahasa Kawi berarti unggul atau tajam. Sedangkan dalam bahasa Jawa Baru, mengacu pada kain sutra yang halus.
Sebagai pengawal pribadi Raja, makna filosofis Nyutra yaitu prajurit sehalus sutra yang selalu mendampingi serta menjaga keamanan Raja, tetapi memiliki ketajaman rasa dan keterampilan yang unggul. Tak heran kalau bregada ini memiliki persenjataan terlengkap. Ada bedhil (senapan), tombak, towok dan tameng, serta jemparing (panah).
Bregada Nyutra berjalan sambil menari tayungan (dok. IG @kratonjogja)
Itulah sekelumit kisah sisi lain dari Garebeg Sawal tahun ini. Di balik keseruan serta antusiasme masyarakat dalam merayah gunungan, ada nilai seni yang juga menarik dan tak kalah seru kalau digali lebih dalam. Semoga kapan-kapan bisa menuliskannya secara mendetail.
***
**Tulisan ini tayang juga di akun Kompasiana-ku dengan judul "Cerita Lain dari Garebeg Sawal Ehe 1956, Ada Pasukan Penari dalam Salah Satu Bregada"
Biasanya, selain destinasi wisata serta penginapan, apa, sih, yang paling dipikirkan kalau akan dan sedang liburan ke Jogja? Tentu saja oleh-oleh. Meski bukan hal wajib, buah tangan seolah menjadi sesuatu yang tak boleh terlewatkan dibawa pulang untuk yang tersayang.
Jogja sebagai surganya kuliner dan jajanan, seringkali bikin bingung untuk memutuskan mau makan apa, mau belanja oleh-oleh apa. Kebingungan tersebut makin ditunjang dengan beragam makanan dan snack baru yang terus saja bermunculan.
Menjelang Idulfitri kali ini, di Jogja dan sekitarnya yang pada masa lalu dikenal sebagai Bhumi Mataram, kedatangan sebuah jajanan baru yang tak hanya bisa dibawa pulang para wisatwan sebagai oleh-oleh, tetapi juga bisa dinikmati oleh warga lokal.
Ialah Mataram Bakpia Kukus, camilan yang mulai bisa dijumpai di Jogja ini merupakan hasil kolaborasi dengan bolu kukus yang sudah ngehits di kota-kota besar Indonesia, Siliwangi Bolu Kukus. Kedua produk tersebut berasal dari Bogor, dan Mataram Bakpia Kukus merupakan jajanan atau oleh-oleh yang khusus didedikasikan untuk Kota Jogja.
kolaborasi siliwangi bolu kukus dan mataram bakpia kukus
Bukan rahasia lagi kalau selama ini bakpia menjadi oleh-oleh khas Jogja yang paling sering dibawa pulang para wisatawan, karena keberadaannya mudah ditemukan. Mataram Bakpia Kukus hadir dengan inovasi unik dari bakpia tradisional yang selama ini kita kenal. Jika bakpia tradisional diproduksi dengan cara dipanggang, maka sesuai namanya, bakpia kukus pengolahannya dengan cara dikukus, walaupun secara pakem sesungguhnya ini bukanlah bakpia khas Jogja.
Bakpia kukus memang bukan jenis oleh-oleh yang baru, tetapi ada yang membuat Mataram Bakpia Kukus ini spesial, dan berbeda dengan produk-produk sejenis yang lebih dulu muncul di pasaran.
1. Banyak Pilihan Rasa, Total Ada 20 Varian
Saat mengetahui kalau Mataram Bakpia Kukus ini memiliki banyak varian, aku pun bertanya-tanya. Kok bisa sebanyak itu, memangnya ada rasa apa saja yang bisa dikombinasikan dalam sebuah bakpia kukus?
Jadilah langsung gercep berburu, sewaktu produk ini mengadakan pre-sale di beberapa store resmi Siliwangi Bolu Kukus yang tersebar di Jogja. Sabtu lalu (8/4), merupakan penjualan hari pertama Mataram Bakpia Kukus. Aku menyambangi store yang terdekat dari rumah, yaitu di Stasiun Yogyakarta (Tugu).
Dari info pada standing banner yang terpampang di depan store, ternyata variannya memang banyak. Totalnya 20 rasa, lho!
20 varian rasa istimewa
Nih, aku spill ada varian apa saja: Alpukat Mentega, Durian Musang King, Stroberi Ciwidey, Pisang Raja, Mangga Arumanis, Rock Melon, Nangka Madu, Kurma Ajwa, Kacang Ijo, Pandan Wangi, Choco Pandan, Susu Cokelat, Caffe Latte, Matcha Latte, Brownies Cokelat, Black Forest, Red Velvet, Tiramisu Crepe, Keju Cheddar, dan Chocoreo Lezato.
Waduh! Bakalan bingung buat memilih, nih. Itu pasti, hal yang tak mungkin terelakkan, apalagi ketika ada beberapa rasa yang menjadi favorit. Beruntungnya, kebingunganku bisa tertunda, karena di masa pre-sale baru ada lima varian saja. Susu Cokelat, Matcha Latte, Alpukat Mentega, Pisang Raja, dan Durian Musang King menjadi varian yang sudah bisa didapatkan.
2. Cita Rasa yang Berani Berbeda
Jarang-jarang, bahkan sepertinya belum ada, yang berani berinovasi dengan memasukkan buah-buahan sebagai varian rasa bakpia kukus. Ini yang kemudian bikin penasaran pada Mataram Bakpia Kukus, yang hampir separuh variannya menggunakan rasa buah-buahan. Sebagai tim anti durian, aku lantas memilih varian Alpukat Mentega dan Pisang Raja.
Hal pertama yang menjadi perhatianku saat menikmati bakpia kukus ini adalah penampakannya yang menul-menul menggemaskan. Menul-menul bagi orang Jawa merupakan suatu ungkapan untuk sebuah makanan yang belum dicicip, tetapi sudah membuat mata berbinar dan selera tergugah karena nampak gendut, empuk, dan lembut.
menul-menul menggemaskan
Benar saja, ketika dipegang dan membelah untuk mengetahui isiannya, terasa empuk. Setelah menggigitnya pun terbukti teksturnya memang lembut. Aromanya juga seketika menguar sewaktu plastiknya dibuka, wangi sesuai dengan variannya.
Isiannya tak kalah lembut. Meski berupa custard, tetapi rasanya benar-benar menyerupai buah aslinya, terutama yang varian Alpukat Mentega. Benar-benar serasa menikmati buah alpukat.
isian varian alpukat mentega, lembut dan lumer di mulut
Secara keseluruhan, manisnya tidak berlebihan, cocok buat para wisatawan yang seringkali protes dengan cita rasa kuliner atau jajanan Jogja yang kelewat manis bagi lidah mereka. Mataram Bakpia Kukus ini bisa jadi pilihan oleh-oleh yang tak sekadar asal dibawa pulang, tetapi memang karena cita rasanya yang pas sesuai selera.
Bagi warga lokal pun bisa dipilih sebagai camilan untuk menemani saat sahur atau berbuka puasa, sebagai suguhan Idulfitri yang sebentar lagi tiba, atau jadi teman beraktivitas di waktu-waktu lainnya.
Untuk keawetannya, bisa bertahan hingga 10 hari di suhu ruangan, dari sejak tanggal produksi. Dan, jika dimasukkan ke dalam kulkas, bisa dinikmati hingga 20 hari. Soal bahan-bahan yang digunakan, tak perlu khawatir karena terjamin aman. Mataram Bakpia Kukus ini sudah mendapat izin edar PIRT dan Halal MUI.
3. Kemasan Unik, Higienis, dan Aman
Ada tipe wisatawan yang sudah merencanakan akan membeli oleh-oleh apa saja ketika liburan ke suatu tempat. Ada juga tipe yang membeli oleh-oleh secara random, berdasar keunikan bentuk kemasan yang terpajang di sebuah toko. Atau, jenis wisatawan yang sudah banyak membeli oleh-oleh, tetapi masih saja tergoda saat melihat berbagai snack dengan kemasan lucu.
Bagi yang sebelumnya tak mengenal Mataram Bakpia Kukus, oleh-oleh ini bisa membuat tertarik para wisatawan dengan kemasannya yang warna-warni serta unik. Dari bentuk kardusnya saja, sudah berbeda dengan produk sejenis. Produk lain biasanya tampil dengan bentuk kardus "rebahan", sedangkan Mataram Bakpia Kukus hadir dengan kardus berdiri tegak.
kardusnya warna-warni dan berdiri tegak
Setiap varian pun memiliki desain kardus yang berbeda, berupa motif-motif Batik Nusantara--khususnya Jawa, yang klasik sekaligus cantik. Bahkan, ada keterangan nama motif batik yang tergambar pada kardusnya. Selain nama serta logo yang mengambil dari era kejayaan Mataram yang berdiri pada abad ke-8 (Mataram Kuno/Hindu yang dilanjutkan oleh Mataram Islam), penggunaan motif batik juga untuk merepresentasikan Jogja sebagai penghasil kain batik yang telah ada sejak masa Mataram Kuno.
motif batik geblek renteng dalam kardus varian pisang raja
Keunikan lainnya adalah cara unboxing kardusnya yang berbeda. Pada bagian tengah ada petunjuk cara membukanya, yang jika sudah terbuka akan menyerupai kotak tisu. Keren ya, sampai perkara bagaimana cara membuka kardusnya saja pakai inovasi.
cara membuka kardusnya unik
per box berisi 9 bakpia kukus yang dikemas satuan
Tak hanya kemasan luarnya yang unik, bakpia kukus-nya pun dikemas satu-persatu dengan plastik tebal, dan lagi-lagi bukan sekadar plastik, tetapi ada motif batik kawung pada pinggirannya. Pengemasan satuan tersebut bertujuan untuk menjaga kehigienisan, mengamankan dari udara yang bisa membuat teksturnya berubah, serta bebas dari serbuan semut ketika kardusnya sudah dibuka.
4. Lokasi Store Strategis Dekat dengan Destinasi Wisata Utama dan Banyak Promo
Liburan ke Jogja hampir pasti menyempatkan singgah ke Malioboro. Rasanya kurang afdal tanpa menyambangi kawasan yang menjadi ikon Kota Jogja itu.
Store resmi Mataram Bakpia Kukus akan dibuka di Plaza Malioboro pada 15 April 2023 mendatang. Hal tersebut tentu sangat memudahkan dan menghemat waktu para wisatawan untuk mendapatkan oleh-oleh yang toko resminya hanya akan ada di Jogja ini.
Meski belum diluncurkan secara resmi, Mataram Bakpia Kukus sudah bisa didapatkan di seluruh store dan booth resmi Siliwangi Bolu Kukus yang tersebar di Jogja, juga di Surakarta. Store serta booth tersebut pun berada di lokasi yang mudah dijangkau, yaitu di Stasiun Yogyakarta (Tugu), Stasiun Lempuyangan, Ambarrukmo Plaza, Jogja City Mall, serta Stasiun Solo Balapan.
Bagi wisatawan yang tak punya banyak waktu untuk berburu oleh-oleh, bisa dengan mudah mendapatkan Mataram Bakpia Kukus di store Siliwangi Bolu Kukus yang ada dalam stasiun, sekalian saat akan pulang.
Menjelang peluncuran resminya, Mataram Bakpia Kukus yang berkolaborasi dengan Siliwangi Bolu Kukus mengadakan promo spesial BELI1 DAPAT 2. Dapat apa saja, tuh?
banner promo beli 1 dapat 2
Cukup membayar 35 ribu, sudah bisa mendapatkan Siliwangi Bolu Kukus dan Mataram Bakpia Kukus, varian apa pun. Untuk harga asli per box, bakpia kukus dibandrol dengan harga 39 ribu, sedangkan bolu kukusnya seharga 35 ribu.
Misal hanya ingin membeli salah satunya, apakah ada promo juga? Tentu ada. Siliwangi Bolu Kukus dan Mataram Bakpia Kukus masing-masing diskon menjadi 29 ribu. Menurutku, mendingan tambah 6 ribu, bisa mendapatkan keduanya sekaligus. Kapan lagi, yekan?
semringah berhasil dapat promo
Promo BELI 1 DAPAT 2 ini hanya berlaku dari dari 8 hingga 16 April 2023, di store dan booth yang disebutkan di atas. Oh iya, promonya hanya berlaku pada jam-jam tertentu, dan untuk 50 pengunjung pertama selama jam yang ditentukan. Pembelian tidak berlaku kelipatan, satu pengunjung hanya bisa membeli sekali. Kalau ingin mendapatkan lebih, monggo mawon datang ke semua store yang ada, atau datang setiap hari selama masa promo juga silakan.
Sabtu lalu, saat hari pertama promo, aku mendatangi store yang ada di Stasiun Yogyakarta (Tugu), seperti yang sempat kusinggung sebelumnya. Kalau di sana, promonya agak sore, dari jam 14.00 hingga 16.00 WIB.
suasana store stasiun yogyakarta
Detail jam-jam promo di lokasi lainnya, bisa langsung cek Instagram @siliwangibolukukus atau @matarambakpiakukus. Jangan lupa follow juga ya, karena menjadi persyaratan untuk mendapatkan promo BELI 1 DAPAT 2.
Penutup
Rasanya, tak sabar menanti peluncuran resmi Mataram Bakpia Kukus besok 15 April 2023. Ingin menuntaskan rasa penasaran pada 15 varian lain dengan melihat penampakan warna-warni kemasannya. Siapa tahu bisa memborongnya lagi, karena bakal ada berbagai promo yang tentunya tak kalah menguntungkan.
Yuuk! Besok barengan aku buat berburu promonya lagi.
Mencari shampoo untuk rambut kering itu gampang-gampang-susah. Rambut kering merupakan salah satu permasalahan yang seringkali dialami para hijabers. Permasalahan lain yang biasanya juga timbul ialah rambut lepek, berketombe, rontok, bahkan bau tak sedap. Rambut tertutup seharian dan diikat erat menjadi contoh penyebab munculnya masalah-masalah tersebut.
Rekomendasi Shampoo untuk Rambut Kering Berhijab
Agar selalu tampil sempurna, wanita berhijab harus pandai memilih shampoo yang cocok untuk rambut kering dan permasalahan lainnya. Berikut ini merupakan rekomendasi shampoo yang bagus untuk perawatan rambut kering berhijab. Semuanya sangat mudah didapatkan:
1. Emeron Hijab Clean and Fresh
Kandungan tea tree di dalamnya membuat rambut segar sepanjang hari serta mencegah kerontokan.
2. Rejoice 3 in 1 Hijab Perfect Cool
Selain merawat kulit kepala sehingga tak menimbulkan ketombe, shampoo ini juga mampu menjaga kelembaban serta membuat rambut senantiasa halus.
3. Sunsilk Hijab Ice Tea
Sensasi dingin yang didapatkan saat keramas membuat rambut lembab, bebas dari ketombe, dan harum sepanjang 48 jam.
4. Azalea Hijab Shampoo
Merek ini memiliki tiga varian, yaitu Zaitun Oil & Habbatussauda Oil untuk melindungi kilau alami rambut dan shampoo yang cocok untuk rambut kering, Zaitun Oil & Ginseng Extract untuk mengurangi kerontokan, serta Zaitun Oil & Citrus Extract sebagai perawatan rambut anti-ketombe.
Shampoo untuk Rambut Kering Sekaligus Rontok Ternyata Beneran Ada
Baru-baru ini, aku mencoba Azalea Hijab Shampoo varian yang mengandung Zaitun Oil & Habbatussauda Oil. Aku yang memiliki masalah rambut kering serta rambut rontok, setelah pemakaian pertama langsung merasakan hasilnya.
Saat keramas menggunakan shampoo untuk rambut kering ini, sengaja tak mengaplikasikan kondisioner sesudahnya, untuk mengetes sejauh mana efek menghaluskannya. Dan ternyata, rambut jadi benar-benar lembut, ketika sudah kering pun mudah diatur serta tak mengembang atau melayang.
Mengejutkannya lagi, rambut yang biasanya berguguran saat keramas, jauh berkurang. Varian dengan kemasan botol berwarna ungu muda ini memang berguna juga untuk menguatkan akar rambut, sehingga mencegah kerontokan.
Keunggulan lainnya dari shampoo yang diproduksi oleh PT. Gondowangi Tradisional ini, satu shampoo saja bisa buat sekeluarga. Tak hanya khusus untuk wanita berhijab, Azalea Hijab Shampoo sangat boleh digunakan pria dewasa, wanita tanpa hijab, bahkan anak-anak. Selain bikin rambut jadi lebih kuat, sehat, dan bercahaya, anggaran belanja shampoo pun jadi hemat.
Hati kian tenang, karena Azalea Hijab Shampoo sudah terdaftar di BPOM dan Halal MUI. Kita sebagai muslimah tak perlu kepikiran lagi, apakah bahan-bahan yang terkandung di dalamnya aman atau tidak.
Hair Vitamin sebagai Pelengkap Perawatan Rambut
Gara-gara shampoo-nya yang sungguh nampol, aku lantas mencoba produk Azalea lainnya, yaitu Azalea Hair Vitamin. Alasannya sederhana, kalau memakai shampoo-nya saja bikin masalah rambutku teratasi, apalagi ditambah dengan perawatan lanjutannya.
Pertama melihatnya, kukira hanya sebagai hair vitamin. Rupanya aku keliru, produk yang memiliki kandungan minyak zaitun, ekstrak lidah buaya, ginseng, minyak kemiri, serta allantoin ini juga dapat disemprotkan ke hijab ataupun pakaian.
Surprisingly! Aromanya sangat menyenangkan dan menenangkan. Wangi yang segar berpadu dengan manis dan lembutnya vanilla. Aku mulai memakai hair vitamin ini setelah percobaan keramas kedua menggunakan Azalea Hijab Shampoo. Percaya, nggak, kalau wanginya tak sekadar bertahan sehari? Iya! Sampai ketemu keramas berikutnya (tiga hari), harumnya masih tercium meski samar. Suka, deh!
Menurutku, para hijabers wajib banget punya dan membawa ke mana pun produk ini. Permasalahan rambut bau tak sedap langsung teratasi. Sebagai vitamin, sudah pasti menutrisi rambut agar menjadi kuat dan berkilau, bahkan bisa melindungi dari radikal bebas.
Teksturnya benar-benar cair dan clean, tidak membuat rambut jadi berminyak. Saat disemprotkan pada hijab atau pakaian juga tidak meninggalkan bekas. Kemasannya praktis, tak terlalu besar maupun terlalu kecil, dalam botol berukuran 80 ml terasa pas dalam genggaman tangan, dan bisa dengan mudahnya diselipkan di tas.
Penutup
Gimana? Kemudahan memilih shampoo untuk rambut kering memang nyata adanya, kan? Dua produk Azalea, hijab shampoo serta hair vitamin di atas bisa didapatkan di toko atau supermarket terdekatmu dengan harga terjangkau, masing-masing tidak lebih dari 25 ribu! Bagi tim mager, tak perlu khawatir, produk-produk Azalea juga tersedia di berbagai marketplace.
Senangnya aku, ketemu rekomendasi shampoo untuk rambut kering. Nggak lagi-lagi, deh, kena drama rambut kering melayang!
Bloger asal Jogja ini suka memandang hujan, tetapi lebih sering berbinar karena langit biru. Gemar mendengarkan musik, tetapi tidak dengan menyanyi. Kadang jalan-jalan, kadang menonton film/serial, kadang membaca buku, dan mencoba untuk rutin menulis. Silakan kirim surel ke mesha.christina@gmail.com, apabila ada pertanyaan, penawaran kerja sama, atau ajakan kolaborasi.