October 14, 2010


Mulutmu harimaumu, mungkin peribahasa itulah yang sedikit bisa menggambarkan kisah yang pernah diceritakan oleh almarhumah simbah putri saya pada masa kecil dulu.

Begitu banyak dongeng atau kisah yang diceritakan simbah putri ketika menjelang tidur. Salah satunya begitu membekas dalam ingatan saya sampai hari ini. Ini bukanlah dongeng tapi sebuah kisah yang bisa dikatakan inspiratif namun juga lucu. Mungkin diantara anda-anda juga pernah mendengar kisah ini.


Mbah putri menceritakan sebuah pengalaman dua orang pemuda ketika naik si kuning Kobutri (seperti bus kota tapi berukuran lebih kecil). Suatu hari di tengah panasnya kota Jogja, simbah duduk berada di dalam Kobutri bersama penumpang-penumpang lain yang beraneka ragam. Mulai dari anak sekolah, pegawai kantoran, pemuda-pemudi, bakul-bakul pasar, sampai seorang lelaki bule.

Dalam penuh sesaknya Kobutri tersebut, simbah tak sengaja mendengar percakapan dua orrang pemuda yang berada di depannya.
banyak kisah di kobutri (naga212geni.blogspot)
* "Wah...ra betah aku lungguh kene, iki londho jejerku ambune prengus banget koyo wadhus,"

** "Ho'o...aku kawit mau yo ngrasakke kok ono ambu-ambu sing ora enak,"

*** "Mugo-mogo wae de'e cepet medhun," 

Setelah percakapan singkat tersebut suasana di dalam kobutri kembali hening, hanya sesekali terdengar teriakan pak kondektur yang menyebutkan nama jalan atau daerah yang sedang dilalui.

Tak berapa lama, si bule yang menurut dua pemuda di sebelahnya seperti wedhus tadi ingin turun, tak dinyana tak disangka bule itu mengucapkan kalimat permisi pada dua pemuda yang tadi membicarakannya,

**** "Nuwun sewu, wedhusipun badhe mandhap..." kata bule tersebut sambil membungkukkan badannya ketika melewati depan kedua pemuda tadi.

Beberapa penumpang yang mengetahui kejadian tersebut hanya tersenyum, sedangkan kedua pemuda tadi melongo tanpa mampu berkata apa-apa. http://www.smileycodes.info

* Wah....saya tak tahan duduk di sini, bule sebelah saya ini baunya amis seperti kambing.
** Iya, dari tadi saya juga merasakan hal yang sama, seperti ada bau-bau yang tidak enak.
*** Semoga saja dia segera turun.
**** Permisi, kambingnya mau turun.

Rerintik Kisah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates