April 21, 2011

Om Pep yang palin keren... (goal.com)
Subuh tadi rasanya kecewa dua kali, setelah Arsenal ditahan imbang 3-3 oleh Tottenham dalam derby London (yang membuatnya turun ke peringkat tiga), Barça pun harus menelan kekalahan dalam ajang final Copa del Rey yang mempertemukan rival abadi antara Barça dan Madrid.

Pertandingan yang sering disebut duel El Clasico itu berlangsung seru dan bertensi panas, apalagi ditambah dengan komentator yang sepanjang pertandingan ngerapp sampai mulutnya berbuih-buih gitu. Karena minimnya gol, waktu 90 menit tak cukup untuk mereka. Alhasil babak tambahan pun dilakukan. Malang bagi Barça, sundulan Ronaldog di menit 103 pun akhirnya menjebol gawang Barça yang pagi tadi dikawal Pinto. Gol ini juga membuka skor yang sepanjang 102 menit sebelumnya 0-0. Barça 0-1 Madrid.

Tak sampai di situ, pertandingan belum usai. Kedua tim masih saling serang, salah ding...Barça doank yang nyerang, Madrid cuma mengandalkan serangan balik. Namun sampai babak tambahan 2x15 menit usai, skor tak juga berubah, tetap 1-0 untuk Madrid. Barça gagal merengkuh Copa del Rey. Kecewa jelas pasti namun aku justru heran dengan selebrasi para pemain Madrid, mereka tampak girang banget. Entahlah mereka sudah puasa gelar selama berapa abad sampai-sampai hebohnya ga ketulungan seperti itu. Di tribun penonton, Raja Juan Carlos dan Ratu Sofia pun tak kalah sumringah. Mungkin batin sang raja, "Alhamdulillah...akhirnya setelah 18 tahun piala yang kuciptakan jatuh ke tangan klub yang tepat."

Di tengah-tengah kekecewaan yang masih menggelayuti, di timeline twitter tiba-tiba nongol twit dari @bacastuff, "Now we have to recover, that's life. Life is not only about winning." Demi membaca twit yang berupa kutipan dari Josep 'Pep' Guardiola itu, mendadak rasanya langsung maknyess, damai banget. Andai semua pelatih sepak bola seperti Omku yang satu itu, ahh...ini hanya mimpi belaka. Karena sekarang Wenger yang juga sangat kuidolakan pun sedikit berubah, hasil buruk yang akhir-akhir ini menimpa Arsenal membuatnya tak seperti dulu, ia lebih sering emosi, tak sebijak jaman dulu. Semoga saja, kalau Om Pep akan tetap bijak dan rendah hati seterusnya. :')

Rerintik Kisah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates