September 12, 2011


sepotong croissant (leboncroissant.com)
Siapa yang tak kenal croissant? Roti berbentuk bulan sabit dengan berbagai isi, seperti keju, coklat, dan sebagainya itu begitu terkenal, tak hanya di Eropa namun hampir di seluruh penjuru dunia. Kalau belum pernah mencicipi rasanya, bisa datang langsung ke gerai roti yang bertebaran di mall-mall. Keberadaan croissant sendiri lebih banyak di daratan Eropa, khususnya Perancis. Karena itu banyak yang mengira roti tersebut berasal negeri Jeanne d'Arc.

Namun siapa sangka kalau sebenarnya roti tersebut bukan berasal dari Perancis, melainkan Austria. Bagi yang sudah mengetahui asal-usul croissant boleh berhenti membaca tulisan ini. Konon, croissant merupakan simbol kekalahan Khilafah Turki Utsmani di Austria. Sekitar hampir 300 tahun lalu, Turki hampir menguasai seluruh wilayah Eropa Barat. Saat itu, pasukan Turkidipimpin Kara Mustafa Pashayang sedang mengepung kota Wina, tiba-tiba dari atas bukit Kahlenberg dikepung balik kemudian berhasil dipukul mundur oleh pasukan gabungan Jerman dan Polandia.

Untuk merayakan kemenangan tersebut, warga Wina membuat sebuah roti berbentuk bulan sabit dan dengan lahapnya mereka memakan roti-roti tersebut sebagai olok-olok. Bulan sabit sendiri merupakan lambang negara Turki yang juga ada dalam benderanya.

Pada awalnya, roti bulan sabit itu bernama kipferl. Lalu bagaimana croissant bisa memiliki nama dengan bahasa Perancis dan lebih terkenal di sana? Usut punya usut, Marie Antoinette lah yang 'membawa' roti tersebut ke Perancis. Kita semua tahu Marie Antoinette adalah permaisuri Louis XVI yang hidup pada abad ke-18, dan kita juga tahu ia merupakan putri mahkota kerajaan Austria yang saat itu dipimpin oleh Ratu Maria Theresa.

Antoinette sangat menyukai  kipferl yang dibuat oleh orang-orang di negaranya, sehingga saat hidup di Perancis, ia selalu menyuguhkan roti tersebut kepada tamu-tamunya. Mereka menyukainya dan menjadi terkenal lah kipferl di Perancis, kemudian berganti nama menjadi croissant―yang berarti bulan sabit―dan mengalami perkembangan bentuk seperti seperti sekarang ini.

Mungkin hal tersebut memang belum bisa dikatakan sebagai fakta, karena beredarnya hanya dari mulut ke mulut. Namun paling tidak kita jadi tahu (bagi yang sebelumnya belum tahu) kalau croissant sebenarnya berasal dari Austria, bukan Perancis.

***

*hal kecil yang aku peroleh setelah membaca 99 Cahaya di Langit Eropa (Hanum Rais)

7 comments:

  1. Croissant yg asli (bukan ecek-ecek) itu enak banget. :D

    ReplyDelete
  2. yuppi, mas... tapi harganya juga enak lho. :D

    ReplyDelete
  3. Love croissant a lot, kirain dari Prancis :)
    Will never see croissant in the same way anymore, eh ... kok jadi lebay hahahaha ...

    Salam kenal ...

    ReplyDelete
  4. croissant itu yang berlapis2 bukan?

    ReplyDelete
  5. @lelajangan : hehehe aku malah jarang makan croissant :D

    ReplyDelete
  6. @mel : iya, seperti yang dalam gambar itu :)

    ReplyDelete
  7. @shaLluvia

    Dan cara pembuatannya memang gak gampang... :D

    ReplyDelete

Rerintik Kisah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates