Penggawa Arsenal asal Basque Spanyol, Mikel Merino - Mikel Arteta - Martin Zubimendi.

Rasanya masih merinding. Terbawa keriaan pagi tadi, saat peluit panjang dibunyikan tanda pertandingan usai. Arsenal berhasil mengamankan tiket Final Liga Champions, setelah menumbangkan Atletico Madrid 1-0 (aggregat 2-1) di Emirates Stadium.

Iya! Arsenal kembali menjadi finalis UCL setelah 20 tahun, Woyy! Kalau pada final 2006 lalu di Paris harus takluk pada Barcelona dengan berbagai drama, bismillah tahun ini jadi juaranya!

Alih-alih membahas lebih jauh tentang euforia bakda subuh tadi, justru ada hal yang tiba-tiba terlintas dalam kepala. Sebenarnya nggak tiba-tiba juga, tapi sudah beberapa kali berkelebat dalam pikiran. Kalau kuperhatikan, ada satu benang merah penting-nggak-penting dalam skuad berjuluk Meriam London musim ini, sebuah koneksi unik dari wilayah kecil di Spanyol bagian utara yang berbatasan dengan Prancis, ialah Tanah Basque.


Mikel Arteta dan "The Basque Connection"

Sejak awal kompetisi 2024, Mikel Arteta sebagai manager seolah sedang melakukan eksperimen. Ia tak hanya membeli pemain berdasarkan statistik, tapi ingin membangun tim di atas fondasi mentalitas Basque yang notabene kampung halamannya. Orang Basque dikenal disiplin, keras kepala (in a good way), dan punya etos kerja luar biasa.

"The Basque Connection" inilah yang barangkali tanpa disadari menjadi salah satu bahan bakar Arsenal hingga menjadi kandidat terkuat juara Premier League dan kini menapakkan kaki di final kompetisi kasta tertinggi Benua Eropa.

Jadi, siapa sajakah orang-orang Basque yang menghuni skuad Arsenal saat ini? Oh iya, aku tuh beberapa tahun terakhir nggak terlalu intens mengikuti perkembangan sepak bola, tetapi begitu para pemain itu direkrut, aku langsung terpikir, "Lho, orang Basque lagi, nih." Awalnya, aku tahu mereka saat membela Timnas Spanyol, dan kala itu langsung mengindentifikasi asalnya hanya berdasarkan nama-nama mereka. Memanglah, Bahasa Basque itu sangat unik, dan berpengaruh ke nama-nama orangnya, meski tak semua orang Basque menggunakan nama yang bisa "dititeni".


1. Mikel Arteta

Semua bermula dari si bos besar ini. Lahir di San Sebastian, kota pesisir yang indah di Provinsi Gipuzkoa, Arteta adalah representasi dari kecerdasan orang Basque. Ia kembali ke Emirates Stadium pada akhir 2019 sebagai manager. Bukan sekadar melatih, tapi untuk melakukan perombakan kultur tim.

Arteta tak hanya membawa skema permainan, ia juga menanamkan tuntutan standar tinggi. Di tangannya, Arsenal bukan lagi tim yang main cantik tapi jarang menang. Meski kemudian Arsenal sering mendapat cibiran sebagai tim dengan permainan membosankan, tetapi sang bos berhasil mengubah tim menjadi kesatuan yang terorganisir, tangguh secara fisik, serta punya mentalitas pemenang.

Mikel Arteta sukses membawa Arsenal ke Final Liga Champions 2026.
Mikel Arteta sukses membawa Arsenal ke Final Liga Champions 2026 (dok. arsenal)

Keberhasilan menembus Final UCL di Budapest merupakan bukti sahih bahwa visinya yang kaku dan disiplin khas Basque akhirnya membuahkan hasil nyata.


2. Martin Zubimendi

Lahir di kota yang sama dengan Arteta, San Sebastian, Zubimendi adalah produk asli akademi Real Sociedad. Sejak bergabung pada musim panas 2025 lalu, ia langsung menjadi detak jantung permainan Arsenal.

Zubimendi adalah sosok yang membawa ketenangan di tengah badai. Ia punya kemampuan membaca ruang yang sangat Basque--efisien dan tidak flamboyan secara berlebihan, fungsional. Kehadirannya membuat transisi Arsenal dari bertahan ke menyerang menjadi sangat mulus.

Martin Zubimendi, pembawa ketenangan dalam skuad Arsenal.
Martin Zubimendi, si pembawa ketenangan dalam tim (dok. arsenal)

Zubimendi lah yang membuat lini tengah Arsenal terasa begitu dominan dalam mengatur ritme, baik di kompetisi domestik maupun saat menaklukkan raksasa-raksasa Eropa.


3. Mikel Merino

Dengan postur tubuh tinggi-besar, pemain kelahiran Pamplona ini membawa identitas Basque yang berbeda, yaitu kekuatan fisik dan dominasi duel udara. Mantan penggawa Osasuna dan Real Sociedad ini datang setahun lebih awal dibanding Zubimendi, dan langsung menjadi sosok yang dicintai para suporter karena karakter bermainnya yang tangguh.

Jika Zubimendi adalah otak, Merino energinya. Namun, perjalanannya musim ini cukup emosional. Setelah menjadi pilar penting di paruh pertama, ia harus menerima kenyataan pahit karena mengalami patah kaki kanan akhir Januari lalu, sehingga harus naik meja operasi pada Februari 2026.

Mikel Merino dan Martin Zubimendi kompak sejak di Real Sociedad.
Mikel Merino dan Martin Zubimendi, kompak sejak membela Real Sociedad (dok. gettyimages)

Meski saat ini masih dalam masa pemulihan dan melewatkan momen-momen krusial di lapangan, mentalitasnya tetap menjadi inspirasi. Absennya Merino menjadi kehilangan besar secara teknis, tetapi semangatnya selalu mengiringi dari ruang ganti hingga pinggir lapangan. Berharap di akhir musim ini, ia bisa kembali bermain untuk membantu Arsenal meraih gelar juara.


4. Kepa Arrizabalaga

Kepa lahir di Ondarroa, sebuah kota nelayan di Bizkaia. Eks kiper Chelsea dan Real Madrid ini merapat ke London Utara pada bursa transfer musim panas 2025. Ia membawa pengalaman matang sebagai juara di kompetisi Eropa ke ruang ganti Arsenal.

Semoga tuah Kepa Arrizabalaga menjuarai. Liga Champions berlanjut di Arsenal
Semoga tuah Kepa Arrizabalaga menjuarai Liga Champions berlanjut di Arsenal (dok. arsenal)

Saat ini Kepa memang lebih banyak berperan sebagai cadangan dan pelapis bagi kiper utama, David Raya, tetapi peran kehadirannya tak kalah penting untuk kedalaman skuad. Ketenangan dan pengalamannya menghadapi tekanan besar memberikan rasa aman bagi tim ketika sewaktu-waktu ia dibutuhkan jika situasi mendesak.


Bukan Cuma di Lapangan, Ada Koneksi di Balik Layar

Menariknya, "invasi" orang Basque di Arsenal tidak berhenti di daftar pemain dan pelatih. Kekuatan taktis Arsenal disokong pula oleh para staf kepelatihan yang memiliki akar serupa dan telah lama mendampingi Arteta.

Ada nama Iñaki Caña sebagai pelatih kiper, bergabung sejak Desember 2019 bersamaan dengan datangnya sang manager. Ia adalah sosok di balik performa stabil kiper-kiper Arsenal.

Sebelumnya juga ada asisten pelatih, Carlos Cuesta, yang bergabung pada Agustus 2020. Di usianya yang masih muda, Cuesta dikenal sebagai otak taktis yang sangat tajam dalam menganalisis lawan. Sayangnya, pada akhir musim 2025 lalu ia hengkang untuk melatih klub Serie-A, AC Parma.

Adanya koneksi antara pelatih dan staf yang memiliki kesamaan latar belakang budaya sepak bola membuat komunikasi strategi menjadi lebih cair, cepat, dan sangat efektif.


DNA Basque Telah Merasuki The Gunners

Di Spanyol, para pemain dari wilayah utara memang terkenal unggul, dengan reputasi fisik kuat, mentalitas lebih stabil, pun disiplin tinggi dibanding wilayah lain. Sedangkan secara psikologis, orang Basque memiliki nilai kebersamaan yang sangat erat. Mereka tidak bermain untuk diri sendiri, mereka bermain untuk timnya.

Itulah "DNA Basque" yang disuntikkan Arteta. Ketangguhan, kesederhanaan, dan kolektivitas. Tiga pilar tersebut pun terasa pas dengan semboyan yang dimiliki Arsenal, Victoria Concordia Crescit.

Melihat kemenangan pada laga kontra Atletico, rasanya tidak berlebihan jika aku dan gooners dari seluruh penjuru dunia bermimpi melihat trofi "Si Kuping Besar" bersanding dengan trofi Premier League. Bersama penggawa lainnya, Geng Basque telah turut serta memberikan apa yang selama ini sering dikritik hilang dari Arsenal: ketebalan mental.

Menyandingkan trofi Premier League dan UEFA Champions League semoga jadi pembuktian Mikel Arteta di Arsenal.
Menyandingkan trofi Premier League dan UEFA Champions League semoga jadi pembuktian Mikel Arteta di Arsenal (dok. fanbase di X)

Mereka tak gentar saat bertandang ke markas lawan yang angker, tak goyah pula saat ditekan habis-habisan. Ditambah lagi dengan segala hinaan, cibiran, makian, dan segala ujaran kebencian dari haters, Arsenal tak pernah goyah, begitu pun para pendukungnya. Kami cukup diam. Bukan sekadar diam, tapi memberikan bukti nyata juga kalau Arsenal bisa dan layak!

Mahkota juara liga sudah di depan mata, dan podium di Budapest telah menanti. Jika sejarah menjadi acuan, orang-orang Basque adalah tipikal yang pantang pulang dengan tangan hampa ketika sudah memberikan segalanya di medan perang. Semoga semangat mereka itu merasuki skuad The Gunners hingga pertarungan akhir. Jangan mau terpeleset lagi.  Come On You, Gunners!


***


Shalluvia. 2010-2026 Copyright. All rights reserved. Designed by Mesha Christina.