July 20, 2011


Sedikit mengutip ungkapan seorang Shakespeare, apalah asal-usul sebuah nama, lagi-lagi tergelitik untuk menulis tentang nama. Di tulisanku yang dulu, aku mengatakan,
Banyak yang beranggapan aku seorang Nasrani karena nama belakangku 'mengandung' kata Christina, padahal aku penganut Islam.

Lah, memangnya kalau orang Islam tak boleh menggunakan nama itu? Pemikiranku sendiri mungkin berbeda dengan orang-orang yang menilai nama berdasar agama. Menurutku sebuah nama―yang asing―itu bukan berdasar agama tapi berdasar bahasa.


Hanya saja, negara asal bahasa yang digunakan untuk menamai anak tersebut biasanya memang mayoritas penduduknya menganut agama tertentu. Misalnya nama Yusuf, berasal dari bahasa Arab, karena itu biasanya banyak digunakan di negara-negara Arab atau Timur Tengah yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Berbeda lagi kalau di Eropa yang kebanyakan penduduknya Nasrani, nama Yusuf akan menjadi Joseph, Josep, ataupun Jozef.

Contoh lagi, David. Banyak orang Islam menggunakan nama tersebut. Setahuku, David  adalah nama Barat yang notabene banyak orang Nasrani di sana. Jadi mengapa tak menggunakan nama Islam saja? Ups, maksudnya nama Arab, yaitu Daud. Nyatanya,  di telingaku nama David lebih populer ketimbang Daud, padahal aku tinggal di negara dengan penduduk mayoritas muslim. Oiya, sedangkan orang yang memakai nama Arab pun belum tentu ia seorang muslim, contoh yang paling nyata adalah Saddam Hussein.

siapa namaku??
Yah, di sini sebuah nama memang lebih sering diidentikkan dengan agama. Terus terang aku tak setuju dengan penilaian tersebut, karena agama adalah sebuah kebetulan. Kebetulan saja orang Islam banyak yang tinggal di tanah Arab, dan kebetulan saja orang Nasrani banyak tinggal di daratan Eropa.

Jadi, orang tua mau memberikan nama apa kepada anaknya itu terserah mereka, termasuk bebas menggunakan bahasa-bahasa asing. Okelah, kalau namaku mengandung Christina itu bukan berdasar bahasa tapi mungkin karena bapak seorang Nasrani, namun yang menambahkan nama itu justru bukan bapak, melainkan kakek.

Bangga dengan nama sendiri itu wajib. Apapun bahasa yang digunakan, dan apapun makna yang terkandung di dalamnya. Karena, setiap nama yang disematkan oleh orang tua kepada anaknya pasti mengandung sebuah doa. Doa yang baik... :)

Rerintik Kisah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates