February 25, 2011


Masih dalam rangka syukuran 1 tahun Canting, hari Minggu kemarin (13/02) Canting bersepeda santai menyusuri petilasan kerajaan Mataram Kuno di Kotagede, yang kami kunjungi diantaranya adalah situs Watu Gilang dan Watu Gatheng, kompleks Masjid Kotagede, dan kompleks Makam Kotagede. Di kompleks makam, selain terdapat makam raja-raja Mataram dan kerabatnya juga terdapat sendang atau sumber mata air yang bernama Sendang Selirang.

(gapura atau pintu gerbang sendang selirang (dok. achsanto ali/panoramio.com)


Sendang Selirang terletak di kompleks makam Kotagede, tepatnya di selatan makam. Kira-kira 300 meter sebelah utara situs Watu Gilang dan Watu Gatheng atau di sebelah selatan pasar Kotagede. Antara makam dan sendang dihubungkan oleh sebuah gapura, dan tanah tempat sendang ini berada, konturnya lebih rendah dibanding makam. Sehingga jika kita akan masuk area sendang, terlebih dahulu harus menuruni undak-udakan setelah melewati gapura atau pintu masuk. Sebagai informasi, untuk masuk ke sendang ini tidak dipungut biaya sedikitpun.

Terbagi menjadi dua, Sendang Kakung (laki-laki) di sebelah utara dan Sendang Putri (perempuan) di sebelah selatan, sendang ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran 5x10 meter, beratap dan dikelilingi tembok setinggi 1 meter. Menurut salah satu kuncen (juru kunci) di sana, air yang terdapat di sendang berasal dari mata air yang mengalir tepat di bawah makam dan masuk melalui lubang saluran di bawah sendang sebelah utara (Sendang Kakung). Banyak ikan yang hidup di sendang ini, diantaranya ikan lele berwarna putih yang panjangnya hampir 1 meter.
tampak ikan lele putih di sendang kakung (dok. pribadi)
Di sebelah utara Sendang Kakung terdapat makam bulus (kura-kura) yang bernama Kyai Duda Rejah, konon kura-kura ini merupakan binatang keramat mantan penghuni sendang dan berumur lebih dari 100 tahun sebelum kematiannya tahun 1987, selain itu juga terlihat tembok makam yang tinggi dan kokoh.
sendang putri di sebelah selatan (dok. pribadi)
Sendang Putri, berada di sebelah selatan Sendang Kakung, membujur dari barat ke timur dengan bentuk dan ukuran yang relatif sama, hanya bedanya adalah air Sendang Putri bersumber dari bawah pohon beringin yang terletak di jalan menuju kompleks makam. Pintu masuk kedua sendang dibedakan, yaitu Sendang Kakung di sebelah barat dan Sendang Putri di sebelah selatan. Kedua sendang inipun dipisahkan oleh tembok.
mencuci boleh, menjemur dilarang! (dok. fawaizzah wati)
Untuk kebutuhan para pengunjung yang ingin mandi atau berendam, sendang diberi sekat sehingga tidak memungkinkan bagi ikan-ikan berenang di bagian unuk mandi.  Masih menurut salah satu kuncen, konon sendang ini adalah tempat mandi Panembahan Senopati ketika di Padepokan. Awalnya sendang ini muncul karena Panembahan Senopati ingin berwudhu sebelum sholat di masjid. Namun karena saat itu sedang tak ada air, Panembahan Senopati yang katanya sakti tersebut menjejakkan kakinya ke tanah sebanyak 3 kali dan muncullah mata air yang sekarang menjadi Sendang Selirang.
salah satu pengunjung membasuh mukanya dengan air dari sendang kakung (dok. pribadi)
Kini, tempat tersebut juga masih berfungsi sebagai tempat mandi ataupun untuk mencuci pakaian penduduk sekitar, beberapa pengunjung bahkan menggunakan air sendang untuk membasuh mukanya agar terlihat awet muda. Dan ada juga yang membawa pulang air sendang untuk pengobatan, mereka percaya kalau air sendang ini memiliki khasiat tertentu. Contohnya saja salah satu pengunjung yang bernama Tosse, ia percaya kalau air sendang tersebut bisa menyembuhkannya dari penyakit labil yang selama ini dideritanya, hihihi...

Rerintik Kisah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates