April 26, 2014


Hari ini, dunia persepakbolaan berduka, khususnya bagi para fans FC Barcelona. Jumat sore  waktu Catalunya (25/04), Francesc Vilanova yang akrab disapa Tito, akhirnya kembali pada Tuhan dalam usia 45 tahun, setelah gagal menjalani operasi kanker tenggorokan yang dilakukan sehari sebelumnya. Perjuangan Tito melawan penyakitnya dimulai sejak November 2011 lalu.

barcelona berduka (dok. kompas)

Sepanjang karirnya bersama Barca, Tito pernah menjadi bagian dari akademi  La Masia pada 1984-1989. Beberapa tahun kemudian, ialah yang melatih dan mendididik para calon pemain hebat di La Masia. Sebut saja Cesc, Pique, dan Messi merupakan hasil didikkannya. Ia juga pernah menangani tim Barca B, hingga kemudian, pada musim panas 2008 naik pangkat saat diserahi jabatan sebagai asisten pelatih fenomenal, Pep Guardiola. Kebersamaan mereka selama empat tahun dalam bahu-membahu menangani azulgrana, mampu  memenangkan 14 trofi.

Puncaknya adalah ketika Pep memutuskan mundur sebagai pelatih Barca, Tito yang kemudian ditunjuk klub sebagai suksesornya. Satu musim (2012/2013) menahkodai Barca, Tito berhasil mempersembahkan gelar La Liga dengan torehan rekor 100 poin. Fantastis!

Pria kelahiran Bayó 17 September 1968 tersebut, dikenal sebagai pribadi yang tak kenal lelah dan pejuang tangguh dalam melawan penyakitnya. Perangainya pun terkesan kalem dan tak mudah terpancing emosinya―ingat kejadian ketika matanya dicolok Mou, kan? Pada April 2013, kanker yang menyerangnya semakin mengganas. Ia pun memutuskan mundur dari kursi kepelatihan Barca, agar bisa lebih fokus dalam menjalani perawatan dan penyembuhan. Ya, kemudian ia memang berjuang hingga akhir melawan kanker yang menggerogotinya.

Mungkin, bagi klub lain, Tito bukan siapa-siapa. Namun, perjuangan dan ketangguhannya lah yang membuat kagum. Sehingga, ucapan bela sungkawa pun datang dari berbagai penjuru. Baik dari pihak klub dan para pemain Barca, dari klub-klub lain, dari para pemain dan pelatih di berbagai klub, bahkan dari para atlet di cabang lain. Dari sekian banyak ucapan yang mengalir, aku paling tekesan dengan yang diposting Dani Alves dalam akun Instagram-nya.

selamat jalan, tito (dok. alves)

Dios es el dueño de todo, sólo el sabe nuestro llegada, nuestra salida, en sus manos nuestras vida. En tierra tenemos nuestro cumplir y cuando hemos cumplido, llegara la hora de partir, somos un nada, somos un todo. Hoy si nos va un grande espirito, una grande persona, nos dejando un grande legado de dedicación, de lucha, de que lo bien más precioso que tenemos es la vida. "GRACIAS TITO POR LUCHAR HASTA EL FINAL POR ESE BIEN" Sólo pido a Dios que derrame sobre su familia tu paz, tu amor y tu cariño en ese momento tan difícil. DESCANSE EN LA PAZ DE DIOS.

Lagi-lagi dengan bantuan @barcastuff yang telah meng-inggris-kan, aku pun bisa menangkap maksudnya yang kira-kira seperti ini, "Tuhan-lah pemilik segala, Dia yang mengetahui kapan kita datang, kapan kita pergi (dari kehidupan), hidup kita ada di tangan-Nya. Di bumi ini kita dipertemukan, dan di mana ada pertemuan, akan tiba juga saat perpisahan. Kita bukan apa-apa, kita satu kesatuan. Hari ini, seseorang dengan semangat luar biasa telah pergi, seseorang yang hebat. Meninggalkan warisan sebuah dedikasi, perjuangan, dan keyakinan bahwa hal paling berharga yang kita miliki adalah kehidupan. Terima kasih, Tito, telah berjuang hingga akhir untuk kebaikan. Aku hanya meminta kepada Tuhan, untuk memberikan kedamaian bagi keluargamu, cinta dan kasih sayang dalam masa sulit ini. Istrirahat lah dalam kedamaian Tuhan."

Sebagai cules, kami akan terus mengenangmu, Tito. Terima kasih untuk segalanya. Engkau pergi terlalu cepat, tapi kami akan menghargai momen-momen hebat ketika kita menjadi bagian dalam sebuah klub yang sama. Seperti kata pacarku Fernando Llorente, "Has sido un ejemplo de lucha para todos, te recordaremos siempre, Tito. Descansa en paz." Selamat jalan, Tito... :'(

*** 
 

Rerintik Kisah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates