June 6, 2011

soekarno-hatta (rosodaras.wordpress.com)
# Pengkritik paling tajam sekaligus sahabat Bung Karno sampai akhir hayat adalah Bung Hatta.

# Sehingga mereka sering dikenal dengan sebutan Dwitunggal. Sahabat yang tak terpisahkan.

# Saat Bung Karno memutuskan menikahi Hartini, Bung Hatta marah besar karena sahabatnya tersebut menduakan Fatmawati.

# Karena hal itu Bung Hatta sampai bertahun-tahun tak mau bercakap-cakap dengan Hartini, hingga akhirnya kematian Bung Karno mencairkan keduanya.

# Meski bersahabat, pemikiran mereka tentang pemerintahan sering tak sejalan. Hingga pada 20 juli 1956 bung Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden.

# Selanjutnya melalui surat kabar atau forum-forum, Bung Hatta sering mengecam dan menggugat kebijakan-kebijakan Bung Karno dan menganggapnya sebagai seorang diktator.

# Namun Bung Karno tak pernah membantah kecaman-kecaman Bung Hatta, ia menyimpan segan.

# Dalam tanggapannya, paling Bung Karno hanya mengucapkan terima kasih atau menanyakan kapan mereka bisa bertemu untuk membahasnya.

# Suatu hari di tahun 1970, Guntur putra sulung Bung Karno kebingungan mencari wali nikah karena sang ayah tak dapat menghadirinya.

# Tanpa ragu Bung Karno menyebutkan nama Bung Hatta sebagai wali nikah putranya. Guntur kaget dan tak yakin Bung Hatta bersedia.

# Kemudian Bung Karno menyebutkan, Bung Hatta bisa mencaci-maki dirinya tentang berbagai kebijakan politik, tapi dalam kehidupan pribadi mereka terikat persaudaraan selama perjuangan kemerdekaan.

# Dan Bung Karno benar. Ketika diminta, Bung Hatta langsung menyatakan kesediaannya.

# Persahabatan antara keduanya ini langgeng hingga ajal menjemput Bung Karno.

# Bulan Juni 1970, bung Karno yang sakit parah diopname di RS tentara. Merasa tak tertolong lagi, Bung Hatta minta ijin menjenguknya.

# Itulah pertemuan terakhir mereka. Jumat, 19 Juni 1970, tiba2 mata bengkak di wajah pucat Bung Karno terbuka.

# "Hatta, kamu di sini?" kata Bung Karno terkejut. Bung Hatta kemudian menyalami sahabat yang sering dikritiknya itu dengan hangat, "Ah, apa kabarmu, No?"

# Setelah itu, Bung Hatta duduk diam, menggenggam tangan sahabatnya. Air mata meleleh di pipi Bung Karno. Tangannya mencari-cari kacamata agar bisa melihat wajah Bung Hatta lebih jelas.

# Kemudian tak ada pembicaraan lebih lanjut. Meski begitu, seolah-olah keduanya saling berbicara melalui hati masing-masing.

# Seakan keduanya mengingat jatuh bangun mereka dalam perjuangan bersama di masa lampau. Mungkin saling meminta maaf juga.

# Ketika tiba saatnya berpisah, Bung Hatta sulit melepaskan tangan Bung Karno. Dua hari kemudian, Bung Karno meninggal dunia.

# Demikian dekatnya Bung Karno dan Bung Hatta, hingga di saat-saat terakhir pun Bung Karno sampai menunggu Bung Hatta menjenguk, baru kemudian 'pergi'. :')


*Sekumpulan twit yang aku buat untuk memperingati 110 tahun Bung Karno....

4 comments:

  1. ijin share ke teman2 roaming

    bermanfaat skali postingannya nih. sumbernya dari mana y ???

    ReplyDelete
  2. Silakan, mbak. Ini sumbernya dari salah satu biografi Bung Hatta yang saya tak ingat judulnya...

    ReplyDelete
  3. terima kasih infonya sangat membantu.,.,.salam
    cvtugu_rentcar

    ReplyDelete

Rerintik Kisah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates