June 24, 2014


Dalam laga pamungkas Grup B melawan Australia malam tadi (23/06) di Stadion Estadio Joaquim Americo Guimaraes, La Roja akhirnya mampu menunjukkan kembali permainan apiknya dengan menyarangkan tiga gol tanpa balas ke gawang Mathew Ryan. Meski hasil yang diperoleh tak akan membuat lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014, paling tidak, Spanyol memberikan penampilan yang menghibur untuk para pendukungnya. Hasil tersebut juga sebagai pembuktian bahwa mereka mampu belajar dan bangkit dari apa yang telah dialami sebelumnya.

skuad spanyol saat melawan australia (sumber: tumblr)

Pelatih Vincente del Bosque memberi kesempatan pada beberapa pemain yang di dua laga sebelumnya hanya duduk di bangku cadangan. Kiper kedua, Pepe Reina mendapat kepercayaan untuk mengisi pos Iker Casillas yang dalam beberapa sesi latihan masih nampak terpukul dengan kegagalan timnya. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh kiper yang saat ini bermain untuk Napoli tersebut. Ia tampil gemilang dan berhasil menjaga keperawanan gawang Spanyol hingga akhir pertandingan.

Di barisan belakang dan tengah, del Bosque juga memberi kesempatan pada Juanfran Torres, Raul Albiol, Koke Resurrección, dan Santiago Cazorla. Entah ingin membuktikan bahwa mereka pantas menjadi starter atau memang ingin memberikan yang terbaik di pertandingan terakhir Piala Dunia 2014, keberadaan mereka dalam skuad benar-benar membuat penampilan Spanyol menghibur. Sangat berbeda dengan dua pertandingan sebelumnya yang seolah tak ada semangat dan membuat emosi jiwa.

Tiga gol yang berhasil dilesakkan, masing-masing diciptakan oleh David Villa, Fernando Torres, dan gol penutup oleh Juan Mata yang bermain menggantikan Villa. Torres dan Villa, di dua laga sebelumnya harus cukup puas duduk di bangku cadangan untuk memberikan kesempatan pada Diego Costa. Namun, tahu sendiri kan, apa yang terjadi? Penampilan Spanyol dalam laga yang semacam friendly match tersebut, menurutku sangat menghibur. Mereka mampu bermain tanpa beban dan terlihat lebih padu. Kenapa nggak dari kemarin-kemarin sih main begitu??

el guaje mencium badge spanyol usai mencetak gol (sumber: football-hqs)

menangis di pertandingan terakhir. :') (sumber: @FansofArsenal2) 

Bagi Andres Iniesta, laga Spanyol lawan Australia merupakan laga istimewa. Ia telah menggenapkan penampilannya dalam memperkuat La Roja menjadi 100 angka. Enhorabuena, Andres! Selain itu, bagi David Villa, pertandingan melawan Autralia merupakan penampilan terakhirnya bersama Spanyol. Sebelumnya, ia telah menyatakan akan gantung sepatu setelah Piala Dunia 2014. Dalam laga perpisahannya, pemain berjuluk El Guaje itu berhasil menciptakan sebuah gol cantik yang terbilang langka melalui tumitnya. Ia terlihat begitu emosional setelah mencetak gol tersebut, dengan kemudian berkali-kali mencium badge Spanyol di dada kiri. Ketika kemudian ditarik keluar pada menit ke-55, Villa terlihat lebih emosional lagi. Sebelum keluar lapangan, ia memeluk Juanfran yang berada di dekatnya dan terus menitikkan air mata hingga ia sudah duduk di bench. Huhuhuw... jadi ikut sedih ngeliatnya. :'(

next challenge! (sumber: @SeFutbol)

Peluit panjang telah berbunyi. Kiprah La Roja di gelaran sepak bola paling akbar sejagat raya tahun 2014 memang telah usai, namun perjuangan dan langkahnya tak lantas ikut berhenti. Mulai sekarang, Spanyol harus bersiap untuk perjuangan berikutnya dalam kualifikasi Piala Eropa 2016 di Prancis. Semoga lolos, dan semoga mampu mempertahankan gelar. Terima kasih untuk perjuangan yang tanpa henti.

Hasta luego, España!

***

*review lengkap pertandingan, silakan klik di sini...

Rerintik Kisah . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates